Welcome to Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tangerang   Click to listen highlighted text! Welcome to Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tangerang Powered By GSpeech

TVMC Kab. Tangerang  

   

Pelayanan Informasi Publik  

   

 

 

Di Balik Suksesnya Pemilihan Lokal

Oleh: Ita Nurhayati*

 

Selesai sudah perhelatan pemilihan kepala desa yang digelar serentak di 153 desa se-Kabupaten Tangerang pada Minggu, 1 Desember 2019 kemarin. Euforia pesta demokrasi lokal tersebut masih terasa hingga saat ini, gempita kemenangan bagi salah satu kontestasi yang meraup suara terbanyak masih menyisakan gemuruh, tangis haru dan sedih masih menyelimuti bagi pihak yang meraih suara kecil, namun itulah kontestasi pemilihan, kalah-menang merupakan satu hal yang lumrah dalam sebuah kontestasi, bagi yang menang jangan merasa jumawa dan bagi yang kalah harus bisa legowo dan menerima bahwa  memang belum saatnya menjadi pemenang, tentu saja semua harus bisa menerima dan mengikhlaskan kenyataan, bukan hanya para kontestan tapi juga relawan. Bukankah itu semua merupakan sebuah konsekuensi dalam ajang kontestasi?

Dalam pemilihan kepala desa, tingkat kerawananannya lebih tinggi dibanding pemilihan lainnya, seperti pilkada bupati, gubernur, legislatif atau pemilihan presiden sekalipun, karena warga begitu dekat dengan para kandidat dan berinteraksi langsung setiap harinya, gesekan-gesekan yang terjadi pun semakin terasa, bahkan dengan tetangga samping rumah.

Namun demikian patut disyukuri bahwa pemilihan kepala desa di 153 desa se-Kabupaten Tangerang yang berlangsung Minggu (1/12/2019) kemarin berjalan lancar, tidak ada konflik atau kericuhan (Tangerang ekspress, senin 2 desember 2019). Padahal sebelumnya polisi telah mendeteksi kerawanan di 5 titik yakni kecamatan Cikupa, Mekarbaru, Tigaraksa, Cisoka dan Solear.

Kenyataan ini adalah satu hal yang menggembirakan bagi kita, artinya masyarakat sudah semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan pilihan dalam berdemokrasi, kehidupan masyarakat kembali normal layaknya hari-hari kemarin seperti tidak pernah ada gesekan-gesekan yang terjadi akibat perbedaan pilihan, meskipun ada mungkin hanya beberapa saja akan tetapi tidak sampai meletup sehingga menimbulkan konflik yang berakibat fatal dan merusak harmoni kehidupan bermasyarakat.

Hal yang tak kalah menarik lainnya dalam pergelaran pemilihan kepala desa serentak ini adalah meningkatnya partisipasi pemilih, rata-rata hampir mendekati angka 90% kehadiran pemilih yang datang untuk memberikan suaranya di TPS, angka fantastis yang sulit ditembus jika dibandingkan dengan pilkada bupati Tangerang tahun 2018 kemarin yang hanya mencapai 61,55%, kemudian pada gelaran pemilu serentak tahun 2019 di Kabupaten Tangerang juga hanya mencapai angka 80,44% saja.

Perbedaan antusiasme masyarakat dalam partisipasi ini jika dibandingkan antara pemilihan kepala desa dengan pemilihan lainnya adalah bukan hanya soal karena termotivasi sebuah keinginan untuk memilih pemimpin lokal, tetapi lebih kepada politik uang yang berkelindan di dalamnya, dan hal ini sudah bukan merupakan rahasia umum lagi, disukai atau tidak, diakui atau tidak, bahkan si calon kontestan secara terbuka meminta dukungan terhadap pemilih dengan memberikan amplop, belum lagi transportasi antar jemput pemilih yang disediakan masing-masing kandidat pada hari H.

Evaluasi dan Harapan

Masyarakat pemilih sesungguhnya sudah faham akan pentingnya memilih pemimpin tanpa harus merusak tatanan demokrasi yang semakin baik ini dengan politik uang, akan tetapi jika satu kandidat saja ada yang memulai maka yang lain pun panik dan ikut-ikutan melakukan pola yang sama, strategi pemenangan dengan cara seperti ini akhirnya menjadi hal yang biasa terjadi dan membudaya di kalangan masyarakat.

Dibalik suksesnya pemilihan kepala desa serentak ini tentu masih menyisakan evaluasi dan  PR yang semakin semrawut dan ini adalah tugas kita bersama, bagaimana mengembalikan demokrasi agar tidak lagi disusupi masalah politik uang, bagaimana menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat bahwa memilih pemimpin adalah merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat bernegara, tanpa harus diiming-imingi dan dibujuk rayu dengan uang. Salah satu hadits termasyhur yang mengisyaratkan pentingnya memilih pemimpin  adalah: “Jika  ada 3 orang bepergian, hendaknya mereka mengangkat salah seorang diantara mereka menjadi pemimpinnya” (HR. Bukhori).

Jika suatu hari nanti hal itu  menjadi kenyataan, alangkah bangganya para pejuang demokrasi dulu yang mengagungkan kedaulatan rakyat. Pertanyaannya adalah kapankah hal itu bisa terwujud?

             

*Penulis adalah anggota KPU Kabupaten Tangerang periode 2018-2023

 

   

Daftar Pemilih  

   

BERITA KPU  

   

Berita Terbaru  

Bimtek Kearsipan KPU
Wednesday, 05 August 2020
Thumbnail KPU Kabupaten Tangerang melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Tata Kelola Kearsipan di lingkungan KPU Kabupaten Tangerang, Selasa, 04 Agustus 2020 bertempat di Hotel Ara Gading Serpong, Kecamatan...
game kepemiluan 2
Monday, 27 July 2020
Thumbnail tampilan fullscreen click : http://kuis.kpu-tangerangkab.go.id
Thumbnail Tigaraksa - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang menerima kunjungan kerja dari KPU Jakarta Selatan, Jum'at (24/07/2020)
Radio Talkshow Rumah Pintar Pemilu
Wednesday, 15 July 2020
Thumbnail Tigaraksa, 15 Juli 2020 KPU Kabupaten Tangerang talkshow di radio Tangerang 91 FM dengan Tema "Sosialisasi Rumah Pintar Pemilu" narasumber Imron Mahrus selaku Komisioner KPU Kabupaten...
game kepemiluan
Friday, 10 July 2020
Thumbnail
More inPemilu 2019  
   
© KPU KABUPATEN TANGERANG
Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech